TUGAS MAKALAH Peningkatan Mutu Pembelajaran Melalui Media Audiovisual
TUGAS MAKALAH
Peningkatan Mutu Pembelajaran Melalui Media Audiovisual
Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata
Kuliah Pengembangan Sumber
Belajar dan Media Pembelajaran
Dosen Pengampu :Ahmad Hamdan,.M.Pd.
Oleh
Restu
Wijaya Dimas ( 172103043 )
Kelas A
JURUSAN
PENDIDIKAN MASYARAKAT
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
SILIWANGI
TASIKMALAYA
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Alloh swt,yang memberikan rahmat
dan karuania-Nya sehingga saya dapat menyusun dan menyelesaikan tugas makalah
ini.Shalawat dan salam saya haturkan kepada Nabi Muhammad saw,karena berkat
beliau kita dapat merasakan pendidikan seperti saat ini.Terimakasih saya
sampaikan kepada orang tua saya yang senantiasa mendoakan sehingga saya dapat
belajar dan mengikuti perkuliahan dengan baik.
Alhamdulilah atas bimbingan dari bapak hamdan selaku
dosen pengampu mata kuliah Pengembangan
Sumber Belajar dan Media Pembelajarandan bantuan dari rekan-rekan
seperjuangan akhirnya saya dapat menyelesaikan tugas makalah dengan judul
Pengembangan Mutu Pembelajaran Melalui Media Elektronik.Saya berharap semoga
dengan dibuatnya makalah ini mampu membuat para pembaca menyadari akan
pentingnya memadukan antara pendidikan dengan teknologi sebagai strategi
menyikapi perkembangan zaman.
Saya menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan
dalam penulisan makalah ini,maka dari itu saya mengharapkan kritik dan saran
yang membangun agar saya dapat menyempurnakan makalah ini.
Tasikmalaya,08 Maret 2019
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR...................................................................................... i
DAFTAR
ISI..................................................................................................... ii
BAB
I PENDAHULUAN................................................................................. 1
A.
Latar Belakang.......................................................................................... 1
B.
Rumusan Masalah...................................................................................... 2
C.
Tujuan Makalah......................................................................................... 3
BAB
II KAJIAN TEORI................................................................................. 4
A. Sumber Belajar.......................................................................................... 4
B. Manfaat Sumber Belajar............................................................................ 5
C. Mutu Pembelajaran.................................................................................... 5
D. Media Pemelajaran.................................................................................... 6
E. Media Audiovisual..................................................................................... 8
BAB III PEMBAHASAN................................................................................. 9
A. Pengertian Sumber Belajar........................................................................ 9
B. Fungsi
Sumber Belajar............................................................................. 10
C. Pengertian
Mutu Pembelajaran................................................................ 11
D. Pengertian
Media PembelajaraN............................................................. 12
E. Pengertian
Media AudioVisual............................................................... 13
BAB IV PENUTUP........................................................................................ 15
A. Kesimpulan dan Saran............................................................................. 15
DAFTAR
PUSTAKA..................................................................................... 16
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Peradaban manusia sangat
dipengaruhi oleh nilai budaya dan pendidikan,di era modern ini pendidikan
sangat dominan pengaruhnya dalam perkembangan dan kemajuaan suatu
negara.Banyak penelelitian yang
menyatakan bahwa pendidikan yang berkualitas dan memadai sangat berpengaruh
terhadap perkembangan suatu negara,hal ini dibuktikan dengan negara-negara
seperti Jepang,Amerika,Jerman dan Cina di negara tersebut rata-rata pendidikan warga
negaranya sudah baik,berbeda hal nya dengan negara Indonesia yang rata-rata
pendidikan warga negaranya masih rendah,sehingga hal tersebut berpengaruh
terhadap sumber daya manusia yang ada di Indonesia.Kesadaran bahwa pendidikan
sangat penting dibutuhkan oleh setiap warga negara bukan hanya di Indonesia
namun oleh umat manusia di seluruh negara karena pendidikan mampu menciptakan
peradaban manusia yang lebih baik dan bijaksana.Kesadaran akan pendidikanpun
harus ditanamkan sejak dini mengingat pendidikan merupakan salah satu cara
untuk mengaktualisasikan diri,serta tidak ada kata terlambat dan memulai untuk
mendapatkan pendidikan.Oleh karena itu setiap individu dari berbagai kalangan
pastinya membutuhkan pendidikan,Baik pendidikan informal,non formal maupun
formal.Karena ketiganya bersipat saling keterkaitan,saling melengkapi dan
disebut sebagai tri sentra pendidikan yang apabila dioptimalkan fungsi ketiganya
maka akan menciptakan generasi penerus yang berwawasan,berahklak mulia dan
memiliki keterampilan yang dapat berguna untuk dirinya,keluarga bangsa dan
negara.
Perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan yang signifikan terhadap
berbagai dimensi kehidupan manusia termasuk pendidikan.Oleh karena itu agar
pendidikan tidak tertinggal dari IPTEK maka perlu adanya penyesuaian
penyesuaian antara sumber belajarnya dan media pembelajaran.
Dalam pembelajaran di kelas
perlu adanya media bantu pembelajaran . Alat penunjang pendidikan salah satunya
adalah media audio visual.Menurut yuda audio visual adalah. Berdasarkan
penelitian bahwasanya anak didik akan lebih mampu menyerap materi pembelajaran
apabila dibantu dengan conten conten yang menarik dan menonton maka peserta
didik akan lebih ingat terhadap materi pembelajaran.
Sumber belajar memegang peranan penting dalam rangka
terselenggaranya kegiatan pembelajaran yang menarik dan bermakna bagi anak.
Sehingga akan tumbuh budaya belajar anak secara mandiri sebagai dasar untuk
pembiasaan dalam kehidupan di kemudian hari, serta sumber belajar akan
mendukung penciptaan kondisi belajar anak yang menarik dan menyenangkan. Oleh
karena itu, keberadaan sumber belajar sangatlah vital di dalam sebuah kegiatan
belajar mengajar disekolah.
B.Rumusan Masalah
a.
Apa yang dimaksud dengan sumber belajar ?
b. Apa fungsi dari sumber belajar ?
c. Apa yang dimaksud dengan mutu pembelajar
?
d. Apa yang dimaksud media pembelajaran ?
e. Apa yang dimaksud audiovisual ?
C.Tujuan Penulisan
Sejalan dengan rumusan masalah di atas ,makalah ini
fisusun untuk mengetahui dan mendeskripsikan :
a.Pengertian Sumber belajar
b.Fungsi sumber belajar
c.Pengertian
Mutu pembelajaran
d.Pengertian Media Pembelajaran
e.Pengertian media audiovisual
BAB
II
KAJIAN
TEORI
A.
Landasan
Teori
1.
Sumber Belajar
a. Pengertian Sumber Belajar
Sumber
belajar memiliki pengertian yang sangat luas. Sumber belajar menurut Ahmad
Rohani & Abu Ahmadi (1995: 152) adalah guru dan bahan-bahan pelajaran
berupa buku bacaan atau semacamnya. Pengertian selanjutnya dari sumber belajar
adalah segala daya yang dapat dipergunakan untuk kepentingan proses
pembelajaran baik langsung maupun tidak langsung, di luar diri peserta didik
yang melengkapi diri mereka pada saat pembelajaran berlangsung. Sumber belajar
adalah segala sesuatu yang dapat mendukung proses belajar sehingga memberikan
perubahan yang positif. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Arif S Sadiman
(dalam Ahmad Rohani & Abu Ahmadi, 1995) yang berpendapat bahwa sumber
belajar adalah segala macam sumber yang ada di luar yang memungkinkan
terjadinya proses belajar. Peranan sumber-sumber belajar (seperti: guru, dosen,
buku, film, majalah, laboratorium, peristiwa, dan sebagainya) memungkinkan
individu berubah dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi
mengerti, dari 10 tidak terampil menjadi terampil, dan menjadikan individu
dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik.
Jadi
segala apa yang bisa mendatangkan manfaat atau mendukung dan menunjang individu
untuk berubah ke arah yang lebih positif, dinamis, atau menuju perkembangan
dapat disebut sumber belajar. Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat
memberikan informasi dalam pembelajaran. Abdul Majid (2008:170) mengungkapkan
bahwa sumber belajar ditetapkan sebagai informasi yang disajikan dan disimpan
dalam berbagai bentuk media, yang dapat membantu siswa dalam belajar, sebagai
perwujudan dari kurikulum. Bentuknya tidak terbatas apakah dalam bentuk
cetakan, video, perangkat lunak, atau kombinasi dari beberapa bentuk tersebut
yang dapat digunakan siswa dan guru. Sumber belajar juga dapat diartikan
sebagai segala tempat atau lingkungan, orang, dan benda yang mengandung
imformasi yang menjadi wahana bagi siswa untuk melakukan proses perubahan
perilaku. Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat membantu siswa untuk
mencapai tujuan pembelajaran.
b. Manfaat
sumber belajar
Manfaat Sumber Belajar Sumber belajar memiliki
berbagai manfaat penting dalam kegiatan pembelajaran. Sumber belajar tidak
hanya bermanfaat untuk menyalurkan pesan, tetapi juga strategi, metode, dan
tekniknya. Manfaat sumber
belajar adalah:
a.
Meningkatkan produktifitas pembelajaran;
b.
Memberikan kemungkinan pembelajaran yang
sifatnya lebih individual
c.
Memberikan dasar yang lebih ilmiah
terhadap pembelajaran
d.
Lebih memantapkan pembelajaran
e.
Memungkinkan belajar secara seketika;
dan
f.
Memungkinkan pembelajaran yang lebih
luas.
Manfaat
sumber belajar menurut Prof.Sarwono (2001) adalah sumber belajar dapat
memberikan pengalaman belajar yang konkrit dan langsung kepada pesera
didik,sumber belajar dapat mengatasi segala keterbatasan waktu,ruang,dan
keadaan,sumber belajar dapat memberikan informasi dengan jelas,teliti dan
gamlang.Berdasarkan hal tersebut Sumber belajar sangat membantu terhadap
penerimaan transformasi ilmu pengetahuan di dalam kelas,sehingga sangat penting
untuk memilih dan memanfaatkan sumberbelajar secara optimal agar pembelajaran
dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
c. Mutu Pembelajaran
Menurut
Deming (2009) mutu adalah penilaian subyektif “customer”. Mutu memiliki makna
yang berlainan bagi setiap orang tergantung pada konteksnya. Mutu memiliki
banyak kriteria yang berubah secara terus menerus. Orang yang berbeda akan
menilai dengan kriteria yang berlainan pula. Banyak orang mendefinisikan mutu
dengan tepat. Mutu pembelajaran ditentukan oleh tiga variabel, yaitu budaya
atau kebiasaan sekolah, proses belajar dan mengajar, dan realitas (kenyataan)
sekolah. Kebiasaan-kebiasaan di sekolah yang dilakukan baik guru ataupun
peserta didik di sekolah dapat mempengaruhi kualitas pembelajaran. Pada saat
guru mengajar di dalam kelas, tahapan pembelajarannya dapat mempengaruhi 10
kualitas pembelajaran. Kebiasaan di sekolah dapat terbentuk pada saat peserta
didik mulai mengenal lingkungan sekolah, dan akan menjadi kebiasaan untuk
peserta didik pada tahun ajaran berikutnya. Hal ini dapat terjadi hampir setiap
tahun dalam setiap tahun ajaran baru. Kebiasaan ini nantiny secara terus
menerus akan mempengaruhi semua warga di sekolah. Kebiasaan-kebiasaan yang
terbentuk dapat mempengaruhi mutu sekolah. Karakteristik peserta didik yang
terbentuk dengan baik akan meningkatkan mutu sekolah, akan tetapi apabila
karakteristik yang terbentuknya kurang baik maka akan menghambat peningkatan
mutu sekolah. Sekolah mempunyai peranan yang sangat penting dalam membentuk
karakteristik baik untuk peserta didik. Kegiatan belajar dan mengajar merupakan
salah satu aktivitas yang dapat mempengaruhi mutu sekolah. Hal ini juga
nantinya dapat untuk menentukan mutu lulusan. Proses kegiatan belajar mengajar yang baik akan berpengaruh terhadap hasil
belajar dan prestasi peserta didik.
d. Media Pembelajaran
Media
pembelajaran adalah kumpulan berbagai jenis komponen yang ada di dalam
lingkungan peserta didik sehingga mereka lebih terangsang untuk mengikuti
pelajaran dengan baik.Salah satu pengertian media ini dikemukakan oleh Ali
(1992). Media juga dapat dijadikan sebagai cara untuk menyalurkan pesan
materi kepada peserta didik.Serta media juga dapat membuat pembelajaran lebih
menarik.
media
pembelajaran adalah jenis penyajian yang diberikan atau disampaikan kepada
peserta didik dengan pengurutan, pengorganisasian dan penjadwalan. Pengertian
media pembelajaran yang satu ini dikemukakan oleh Gagne (1990).
Berbeda dengan Arif S. Sadirman (1984) , Ia berpendapat bahwa Media
merupakan segala alat yang bisa merangsang peserta didik untuk belajar dan bisa
menyajikan pesan dalam materi kepada siswa. Media bisa berupa buku, kaset,
film, dan lain sebagainya.Penggunaan media memang harus dipilih dengan baik
agar bisa mendukung suasana dan kegiatan belajar mengajar.
Pada dasarnya fungsi media adalah
adalah untuk memperjelas penyajian materi agar tidak membosankan dan dapat
dipahami dengan mudah.Media juga harus bisa mengatasi keterbatasan daya indera
dan ruang waktu agar kegiatan belajar lebih kondusif.Media juga berfungsi untuk
menarik perhatian siswa dan menimbulkan gairah serta semangat belajar para
peserta didik.Dengan penggunaan media, diharapkan anak bisa belajar sesuai
dengan minat dan kemampuannya.
Memilih media pembelajaran untuk
kegiatan belajar tidak boleh asal-asalan.Sebab media harus memenuhi kriteria
khusus agar bisa dijadikan sebagai alat untuk merangsang daya pikir dan
keingintahuan siswa dalam belajar.Kriteria media untuk belajar dapat mendukung
isi materi pelajaran, mudah dipahami, pengajar dapat mengaplikasikannya dan
sesuai dengan kemampuan berpikir siswa. Setelah memahami pengertian media,
tentu saja Anda harus mengetahui apa saja contoh media yang bisa dipakai untuk
kegiatan belajar,antara lain :
1.Media audio
Media
audio menggunakan indera pendengaran agar siswa bisa menerima pelajaran dengan
baik. Pesan akan diberikan baik secara verbal ataupun non verbal. Contoh media
pembelajaran yang banyak digunakan para pengajar adalah laboratorium bahasa.Lab
bahasa ini bisa digunakan untuk melatih peserta didik untuk berbicara dan
mendengar dengan memakai bahasa asing. Tentu saja lab ini bisa dipakai untuk
menyajikan materi pelajaran lain sesuai dengan kebutuhan. Media audio lain yang
bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar adalah radio, tape recorder,
media proyeksi diam, dan lain sebagainya.
2.Media grafis
Media
grafis adalah salah satu media yang bisa dipakai untuk belajar.Media grafis
bisa dikatakan sebagai media visual.Contoh media grafis adalah gambar atau
foto, bagan, sketsa, grafik, diagram, kartun, dan lainnya.
Media pembelajaran adalah kumpulan
berbagai jenis komponen yang ada di dalam lingkungan peserta didik sehingga
mereka lebih terangsang untuk mengikuti pelajaran dengan baik.Salah satu
pengertian media ini dikemukakan oleh Ali (1992).Media
pembelajaran cukup banyak dijelaskan oleh para ahli.Salah satunya adalah, Miarso
(2004) juga mengutarakan pendapatnya bahwa media adalah suatu hal
yang dipakai untuk merangsang pikiran, kemauan dan perhatian peserta didik
untuk mendorong kegiatan belajar. Media juga dapat dijadikan sebagai cara untuk
menyalurkan pesan materi kepada peserta didik.
e. Media Audiovisual
Menurut
(Kusumah,2007) Media Audio Visual adalah merupakan media perantara atau
penggunaan materi dan penyerapanya melalui pandangan dan pendengaran sehingga
membangun kondisi yang dapat membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan,ketyerampilan
dan sikap.Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh institute California
amaerika “bahwasanya siswa mengalami peningkatan prestasi belajar setelah
gurunya menggunakan media audiovisual,karena adanya penyerapan materi
pembelajaran kedalam memori otak kanan dan kiri,shingga ingatan siswa terhadap
materi pembelajaran akan lebih lama dan mudah dipahami oleh peserta didiknya”.
Media audiovisual beraneka ragam contohnya ada yang berbasis suara dan gambar
tanpa adanya gerakan gerakan,ada juga yang menggunakan gerakan.Namun media audiovisual
yang lebih ditekankan dalam makalah ini adalah media audiovisual yang memang
sudah lazim dan banyak digunakan di perguan-perguruan tinggi seperti
proyektor,Lcd,Layar lebar serta media-media yang sejenis seperti
komputer,hanphone. Menurut Ruhiman (2007) media audiovisual dibedakan menjadi
dua berdasarkan perkembangan zaman yaitu media audiovisual tradisional dan
media audiovisual modern. Perbedaan diantara keduanya terletak pada bahan dan
alat penunjang untuk mengoprasikanya,ada yang hanya berbasis kepada manusia
saja ada juga yang harus ada penunjang seperti listrik,signal,baterai.
BAB
III
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Sumber Belajar
Sumber belajar
merupakan kebutuhan pokok dalam dunia pendidikan. Sumber belajar (learning
resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang
dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun
secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan
belajar atau mencapai kompetensi tertentu. (Kusumah,2008)
Adapun para ahli telah mengemukakan pendapat tentang
pengertian sumber belajar sebagai berikut:
1. Menurut
Yusufhadi Miarso adalah segala sesuatu yang meliputi pesan, orang, bahan, alat,
teknik, dan lingkungan, baik secara tersendiri maupun terkombina-sikan dapat
memungkinkan terjadinya belajar.
2. Edgar
Dale mengemukakan sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan
untuk memfasilitasi belajar seseorang.
3. Menurut
Rohani sumber belajar (learning resources) adalah segala
macam sumber yang ada di luar diri seseorang
(peserta didik) dan yang
memungkinkan (memudahkan) terjadinya proses belajar.
4.
Association Educational Communication and Technology (AECT), yang
menyatakan bahwa sumber belajar adalah semua sumber baik berupa data, orang dan
wujud tertentu yang dapat digunakan siswa dalam belajar, baik secara terpisah
maupun terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajar.
Dari beberapa pendapat yang telah dikemukakan di
atas dapat ditarik
kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan sumber belajar
adalah segala sesuatu yang berasal dari luar diri seseorang yang dapat
memungkinkan terjadinya proses belajar (Hidayah, 2013).
B.
Fungsi Sumber Belajar
Sumber belajar tidak
dapat terlepas dari proses belajar mengajar di sekolah. Dengan tersedianya
sumber belajar yang memadai, maka kegiatan pembelajaran dapat terlaksana dengan
baik dan mencapai hasil yang optimal. Menurut Anonim (dalam Kusumah, 2008)
sumber belajar memiliki fungsi sebagai berikut:
1. Meningkatkan produktivitas pembelajaran dengan
jalan: (a) mempercepat laju belajar dan membantu guru untuk menggunakan waktu
secara lebih baik dan (b) mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi,
sehingga dapat lebih banyak membina dan mengembangkan gairah.
2.
Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual,
dengan cara: (a) mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional; dan (b)
memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuannnya.
3.
Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan cara:
(a) perancangan program pembelajaran yang lebih sistematis; dan (b)
pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian.
4. Lebih
memantapkan pembelajaran, dengan jalan: (a) meningkatkan kemampuan sumber
belajar; (b) penyajian informasi dan bahan secara lebih kongkrit.
5.
Memungkinkan belajar secara seketika, yaitu: (a) mengurangi kesenjangan
antara pembelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang
sifatnya kongkrit; (b) memberikan pengetahuan yang sifatnya langsung.
6.
Memungkinkan penyajian pembelajaran yang lebih luas, dengan menyajikan
informasi yang mampu menembus batas geografis.
Fungsi-fungsi di atas sekaligus menggambarkan tentang alasan dan arti penting
sumber belajar untuk kepentingan proses dan pencapaian hasil pembelajaran
siswa. Jika guru sebagai seorang pendidik menginginkan tercapainya hasil
belajar yang optimal, maka harus mampu mengoptimalkan fungsi sumber belajar
yang ada. Guru juga harus mampu memilih dan memanfaatkan sumber belajar secara
tepat agar tujuan kegiatan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Dalam hal
ini keterampilan dan kreatifitas guru menjadi peran yang penting.
C. Pengertian Mutu Pembelajaran
Mutu adalah gambaran dan karakteristik
menyeluruh dari barang atau jasa yang menunjukan kemampuannya dalam memuaskan
kebutuhan yang diharapkan oleh pelanggan (Tim Dosen 2010:295).Mutu atau
kualitas menitikberatkan fokusnya pada kepuasan pelanggan (konsumen).Barang
atau jasa yang dihasilkan diupayakan agar sesuai dengan keinginan pelanggan.
Dalam
Kamus Besar bahasa Indonesia mutu diartikan sebagai ukuran baik atau buruk
suatu benda, taraf atau derajat.Pengertian mutu tersebut lebih mengedepankan
mutu sebagai mutu barang atau jasa.Barang atau jasa yang bemutu berrati juga
bermutu tinggi. Sallis (2006 : 33 ) mutu adalah Sebuah filsosofis dan
metodologis yang membantu institusi untuk merencanakan perubahan dan mengatur
agenda dalam menghadapi tekanan-tekanan eksternal yang berlebihan.
Engkoswara
(2010:304) mengemukakan bahwa mutu bukanlah konsep yang mudah untuk
didefinisikan apalagi untuk mutu jasa yang dapat dipersepsi secara beragam.
Mutu dapat didefinisikan beragam berdasarkan kriterianya sendiri seperti:
1)
Melebihi dari yang dibayangkan dna diingnkan
2)
Kesesuaian antara keinginan dan keyataan
3)
Sangat cocok dengan pemakaian
4)
Selalu ada perbaikan dna penyempurnaan
5)
Dari awal tidak ada kesalahan
6)
Membahagiaan pelanggan
7)
Tidak ada cacat atau rusak
Beberapa ahli
berpendapat mengenai definisi mutu ini (Engkoswara 2010:3-4-305) sebagi
berikut:
1)
Goetsch dan Davis (1994:4) mutu merupakan suatu ondisi dinamis yang berhubungan
dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau
melebihi harapan
2)
Juran (1995:10-13) mendefinisikan mutu sebagai kecocokan untuk pemakaian.
3)
Crosbi (1983) berpendapat bahwa mutu adalah kesesuain individual terhadap
persyaratan/tuntutan.
4)
Ishikawa (1992:432) menyatakan bahwa “quality is costumer satisfaction”.
Berrati mutu berkaitan langsung dengan kepuasan pelanggan
Sallis
(Tim Dosen 2010:295) mendefinisikan mutu ke dalam dua perseptif yaitu
persepektif mutu absolute dan mutu relative.Mutu absolute berkaitan dengan
produsen, menyangkut ukuran terbaik yang telah ditentukan.Sedangkan mutu
relative berkaitan dengan konsumen menyangkut kepuasan konsumen.Dengan demikian
barang atau jasa yang diproduksi harus selalu mengutamakan kesesuaian anatara
mutu absolute dan mutu relative.Artinya harus memuaskan pelanggan juga sesuai
criteria atau spesifikasi yang telah ditentukanprodusen.Walaupun demikian mutu
absout atau spesispikasi yang ditetapkan pada hakkatnya adalah untuk member
kepuasan pada pelanggan.Jadi jelas bahwa mutu berkaitan dengan kepuasan
pelanggan.
D. Pengertian Media pembelajaran
Kata
media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah
berarti”tengah”perantara atau pengantar.Menurut Gerlach (1972) Mengatakan bahwa
media adalah sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangkai
pikiran,perasaan dan kemauan audio (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya
peoses belajar pada dirinya.Media merupakan salah satu sarana untuk
meningkatkan kegiatan proses belajar mengajar.Dengan beraneka ragamnya ragam
media maka masing-masing memilikki karakteristik yang berbeda beda.Oleh karena
itu untuk memilih media pembelajaran perlu diperhatikan beberapa hal agar
proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar:
Media
yang dipilih hendaknya selaras dengan materi pembelajaran
Rohani ,Ahmad.
1991. Pengelolaan Pengajaran.
Jakarta: Rineka Cipta
1. Kondisi siswa dari segi subjek belajar menjadi
perhatian guru dalam memilih media sesuai dengan kondisi anak.
2. Biaya yang dikeluarkan dalam menggunakan media
harus seimbang dengan hasil pembelajaran yang optimal
3. Media yang dipilih sudah seharusnya dapat
menjelaskan materi yang akan disampaikan.
E. Pengertian Media Audio-Visual
Media
audio-visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar.Jenis
media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik,karena meliputi dua jenis media
auditif (mendengar) dan visual (melihat).Media audio-visual merupakan sebuah
alat bantu audio-visual yang berarti bahan atau alat yang dipergunakan dalam
situasi belajar untuk mwmbantu tulisan dan kata yang diucapkan dalam menularkan
pengetahuan,sikap,dan ide.Contoh media penunjang sepeti recorder.Keunggulan
dari penggunaan media pembelajaran adalah lebih banyak conten pilihan yang
dapat disesuaikan dengan materi,serta mudah untuk pemilihan dan penyesuaian
materi yang akan disampaikan kepada peserta didik sehingga sesuai dengan tumbuh
kembang peserta didik.Media Audio-visual juga dapat dijadikan sebagai strategi
untuk menarik perhatian peserta didik untuk menyerap materi pembelajaran.
Adapun beberapa kegunaan media Audio-visual adalah sebagai berikut :
1.Mengembangkan keterampilan mendengar dan
mengevaluasi apa yang telah didengar
2.Mengatur dan mempersiapkan diskusi atau debat dengan
mengungkapkan pendapat-pendapat para ahli yang berada jauh dari lokasi
3.Menjadikan model yang akan ditiru oleh siswa
4.Menyiapkan variasi yang menarik dan
perubahan-perubahantingkat kecepatan belajar mengenai suatu pokok bahasan atau
sesuatu masalah.
Berdasarkan
uraian di atas bahwasanya media audiovisual mampu meningkatkan prestasi belajar
anak dan membantu guru dalam penyampaian materi pembelajaran sehingga kegiatan
belajar mengajar tidak monoton karena mudahnya untuk memilih dan merubah konten
pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan peserta didik, sehingga
peserta didik tidak jenuh serta mampu secara aktif mengikuti proses
pembelajaran.Dengan adanya penggunaan media audiovisual peserta didik akan
lebih mengingat materi yang disampaikan oleh gurunya karena disamping
mendengarkan materi namun ada gambar-gambar yang memang sesuai dengan materi
pembelajaran.Adanya penggunaan media audiovisual dalam proses pembelajaran
membuat otak kanan dan otak kiri peserta didik terlatih secara seimbang,karena
materi masuk dan diserap oleh peserta didik melalui pendengaran dan
penglihatan.Pendengaran (audio) masuk dan disimpan didalam memori otak kanan
sedangkan penglihatan (visual) seperti materi di buku ataupun hurup-hurup masuk
dan tersimpan di memori otak kiri.Oleh karena itu di era modern saat ini sudah
selayaknya seorang pendidik mampu mengoftimalkan media-media yang dapat
menunjang terciptanya suasana belajar yang menarik,efektif dan efisien.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Proses
pembelajaran yang baik adalah bagaimana seorang pendidik harus mampu
menyampaikan materi dengan sejelas-jelasnya bila perlu menggunakan media
sebagai alat bantu agar materi pembelajaran dapat tersampaikan dan diserap oleh
peserta didik secara optimal,sehingga pembelajaran dikelas dapat terlaksana
secara efektif dan efisien. Bahwasanya media sangat membantu terhadap proses
pembelajaran guru dan berpengaruh terhadap prestasi belajar peserta siswa.Media
audiovisual berdampak pada terasahnya kemampuan otak kanan dan kiri secara
seimbang.
B.
Saran
Berdasarkan
uraian di atas saya menyarankan kepada para penyelenggara pendidikan baik itu
lembaga formal maupun non formal agar tenaga pendidiknya mampu untuk
menggunakan media-media yang mampu menunjang untuk tersampaikanya materi
pembelajaran secara optimal salah satunya adalah dengan menggunakan media
audiovisual yang memang sudah terbukti berdasarkan penelitian dan pengamatan
mampu meningkatkan daya ingat dan prestasi belajar peserta didik. Saya juga
menyarankan agar pemerintah mempasilitasi lembaga-lembaga pendidikan dengan
media-media penunjang pembelajaran secara merata dan optimal,agar tidak adanya
kesaenjangan antara di kota dan di desa.Semoga para pembaca dapat
mengaplikasikan teori-teori yang ada didalam makalah ini agar mampu belajar
dengan efektif dan efisien.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi ,Abu. 1995. Pengaruh Sumber Belajar. Jakarta: Rineka Cipta
Cipta,Abdullah.2012.Pembelajaran Berbasis
Pemanfaatan Sumber belajar/jurnal pendidikan.8(1):10(3)
Gerlach.2007.Jenis-Jenis Media
Pembelajaran.Bandung : PT.Remaja Rosdakarya
Majid, Abdul.2008.Perencanaan Pembelajaran Bandung: PT.Remaja Rosdakarya
Rohani ,Ahmad. 1991. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta
Sarwono. 2010. Teori
Belajar Dan Pembelajaran. Bogor Ghalia Indonesia
https://www.academia.edu/6414870/jurnal_belajar_dan_pembelajaran

Komentar
Posting Komentar